DISKOMINFOTIKSAN DUMAI – Wali Kota Dumai, H. Paisal memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif mulia yang digagas oleh puluhan komunitas, musisi, dan pelaku seni yang tergabung dalam wadah Dumai Charity Movement (DCM).
Apresiasi ini disampaikan saat menghadiri perhelatan Konser Amal & Pray for Sumatera bertajuk "Beragam Ekspresi, Satu Kepedulian untuk Sumatera" di Taman Bukit Gelanggang, Ahad (21/12/2025).
Acara ini menjadi panggung kolaborasi besar yang mempertemukan berbagai lintas komunitas untuk menggalang dana bantuan bagi para korban bencana di Sumatera.
Wali Kota H. Paisal menyatakan rasa bangganya terhadap semangat solidaritas pemuda dan pegiat seni di Kota Dumai yang mampu mengemas aksi kemanusiaan melalui pertunjukan kreatif.
"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Dumai, kami sangat mengapresiasi gerakan ini. Ini adalah bukti bahwa anak muda dan pelaku seni kita memiliki kepedulian sosial yang luar biasa. Melalui seni dan ekspresi, mereka mampu mengetuk pintu hati masyarakat untuk saling membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah baik di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," ujar H. Paisal dalam sambutannya.
Sementara itu, Ketua Dumai Charity Movement, Viencent Moerghasini Yusuf, menjelaskan bahwa acara ini merupakan bentuk nyata sinergi tanpa batas dari elemen kreatif Dumai.
"Malam ini kita tidak sekadar berkumpul untuk menyaksikan sebuah konser. Malam ini kita hadir untuk mendengarkan jeritan hati Sumatera, untuk merasakan luka yang sama, dan untuk menegaskan satu sikap, kita tidak diam," tegas Viencent.
Ia juga menjelaskan, DCM lahir dari sinergi 33 komunitas dan organisasi besar di Kota Dumai yang bersepakat bahwa ketika Sumatera terluka, semua harus berdiri dalam satu barisan kemanusiaan.
"Atas nama Dumai Charity Movement, kami berdiri di hadapan anda dengan penuh kerendahan hati, sekaligus dengan keyakinan yang kuat, bahwa kepedulian tidak pernah mengenal batas latar belakang, organisasi, maupun perbedaan. Setiap nada yang terdengar malam ini, setiap tepuk tangan yang bergema, dan setiap rupiah yang terkumpul, adalah pesan kepada saudara-saudara kita di Sumatera, kalian tidak sendiri," tuturnya.
Kemeriahan konser amal ini diwarnai oleh penampilan enerjik dari RSLTNK, band Grunge ternama asal Dumai, serta jajaran penampil lainnya seperti Predicted, Oil City Riot, My Anger Issue, Ival, Flora, Still Hours, Chandra Lingga, Stand Up Indo Dumai, Ziren, Acha Syuhada, Sanggar Qlawan Gading, Noise Harmony, Yen Malmstein, Havis KDI, Dyswis, Galaxy, Different One, Rottweiler, hingga Fortis.
Selain musik, pengunjung disuguhkan hiburan variatif mulai dari karaoke, stand up comedy, pembacaan puisi, hingga kehadiran tenant komunitas seperti Komunitas Barber Dumai, Sudut Literasi, dan Komunitas Kopi Dumai yang menambah ruang interaksi sosial.
Momen haru sekaligus bangga ini turut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Dumai, Hj. Leni Ramaini, Anggota DPRD Kota Dumai, Komandan Group 3 Kopassus, Komandan Lanal Dumai, serta Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Dumai.
Hadir pula Sekretaris Daerah Kota Dumai, Fahmi Rizal didampingi Ketua DWP Kota Dumai, Tengku Heroza, jajaran Kepala Perangkat Daerah (PD), Pimpinan Instansi Vertikal, Pimpinan BUMN/BUMD, Ketua Paguyuban, Organisasi Kemasyarakatan, Pemuda, Mahasiswa, serta tokoh-tokoh masyarakat Kota Dumai.
Mengingat antusiasme masyarakat, Dumai Charity Movement menginformasikan bahwa periode donasi masih akan dibuka selama satu minggu ke depan terhitung sejak konser ini dilaksanakan.
Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan, dapat mengakses QRIS resmi Dumai Charity Movement yang tersedia di akun sosial media Instagram @dumaicharity_movement.
Viencent Moerghasini Yusuf menjamin transparansi penuh dalam pengelolaan donasi.
"Jumlah total donasi yang terkumpul, dari panggung acara hingga donasi online selama seminggu ke depan, akan kami informasikan secara transparan melalui akun media sosial kami," tutupnya.
Seluruh donasi yang terkumpul akan disalurkan langsung melalui lembaga terpercaya untuk membantu pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera.
(rra/MCD)






